Our ExperienceRenunganReport

Revolusi Kata 2

Part 2
Belajar dari lautan ilmu yang begitu luas, karya-karya besar ulama kita. Ini faedah dari diskusi ringan dari salah seorang ustadz kami, ustadz yang dahulu mengajarkan kami ilmu yang ada di buku – yang saya rasa tak akan pernah berguna buat saya pribadi, tapi ternyata berguna juga*– dan juga ilmu kehidupan.
Saya izin kutip pesan beliau,

“Saya maen ke temen, ternyata syarh shohih imam muslim sampai 45 jilid. Jadi hampir tiap waktu dipakai utk menulis sepanjang hayatnya…”

Terhening sejenak, itu lho ulama. Kitabnya luas bagaikan lautan, bak samudera tak bertepi, sebuah kitab mengurai hadits yang dikumpulkan oleh imam Muslim rahimahullah, Al Bahrul Muhiith Ats Tsajaaj.

Itu karya yang munculnya belakangan. Sedangkan ulama-ulama dahulu punya karya-karya besar yang tak akan mati tenggelam zaman, karena kesungguhan mereka dalam berevolusi dengan kata-kata sehingga mempersembahkan sesuatu yang bernilai untuk ummat ini. Ada ibn Jarir Ath Thobari yang sudah menghabiskan penanya untuk menulis 584.000 lembar. Kemudian ada manusia tercerdas di jagad raya versi ibnu Taimiyyah, Imam Abul Wafa’ Al Baghdadi yang berhasil menyusun 800 jilid berisi berbagai macam disiplin ilmu. Ada pula Imam ibn Hatim Ar Razi menulis 1.000 juz kitab musnad, begitu juga Ibnul Jauzi yang telah menyusun 2.000 karya dan telah membaca dan mentelaah 20.000 jilid.
Semoga Allah balas revolusi kata yang sudah mereka lakukan, dengan segala kebaikannya yang berlipat ganda. Sungguh begitu mulia waktu yang mereka korbankan. Semoga kita pula rela mengambil ibroh yang emas pun tak bisa menggantikannya.
20.000 jilid buku menjadi modal penting bagi Ibnul Jauziy rahimahullah dalam revolusi kata yang beliau lakukan. Lalu, apa modalmu?
Masih dengan semangat revolusi, mimpi dan asa kami tak akan terkubur oleh masa. Tak akan lapuk oleh derasnya hujan. Tak akan hancur oleh terjangan ombak. Tak akan sirna bagaimana pun kerasnya hantaman. Berbekal keteguhan hati dengan semangat dari dalam diri, mewujudkan visi misi sejati. Itu generasi zaman kini.
Revolusi Kata, 23 : 58
Pondok Kopi, 23 Januari 2018
Afiifii Marzuuqi ElMinangi
______________________________________________
*Berguna bahwa matematika lanjutan bukan bidang saya. Tak cukup modal cepat hitung ala sempoa atau kumon dengan batas waktu. Apalagi modal nilai nol. 😅
Terima kasih guruku atas dedikasimu.
Afifi Marzuki Muslim
📷 Instagram : uda_afif ✏ Twitter : @uda_afif || Ask.fm : Uda_Afif 🎥 YouTube : Afifi Marzuki Muslim👨🏼‍💻🌏afifimarzuki.tumblr.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *