Uncategorized

“Barnamij Muhimmatul ‘Ilm” yang Kesebelas

Di tahun 1441 H ini, Barnamij Muhimmatul ‘Ilm akan dilaksanakan untuk yang kesebelas kalinya di Masjid Nabawi, Al Madinah Al Munawwaroh, di setiap liburan antara dua semester bertepatan dengan musim dingin di kota Madinah. Barnamij (baca : program) ini diampu oleh salah satu anggota Hai`ah Kibarul ‘Ulama As Sa’udiyyah (Dewan Ulama Senior Arab Saudi), Asy Syaikh Dr. Shalih bin Abdillah bin Hamd Al-‘Ushaimi akan dilaksanakan mulai Jum’at bertepatan pada tanggal 8 Jumadil Awal 1441 H (3 Januari 2020 M).

Penuntut ilmu dari berbagai negara menghadiri dauroh selama sepekan ini, (bahkan beberapa kawan-kawan dari Indonesia pun membuat program umroh plus dauroh Syaikh Ushaimi), dari Jumat ke Jumat, duduk dari setelah shalat shubuh (waktu Madinah) sampai sekitar jam 9 atau 10, kemudian dilanjutkan setelah shalat ashar sampai setelah isya. Program selama 8 hari ini menuntaskan 15 kitab ta’shil (pokok) dari berbagai cabang ilmu ditambah dengan beberapa mutun tambahan. Apa saja kitabnya?

  1. Ta’zhimul ‘Ilm
  2. Tsalatsatul Ushul wa Adillatihaa
  3. Fadhlul Islam
  4. Kitabut Tauhid
  5. Kasyfusy Syubuhaat
  6. Al ‘Aqidah Al Washitiyyah
  7. Al Qowa’idul Arba’
  8. Al Arba’unan Nawawiyyah
  9. Manzhumatul Qowa’idul Fiqhiyyah
  10. Muqaddimatun fii Ushulittafsiir
  11. Al Muqaddimah Al Fiqhiyytush Shugroo
  12. Al Muqaddimatul Aajurrumiyyah
  13. Nukhbatul Fikar
  14. Matnul Waroqoot
  15. Tafsirul Fatihah wa Qishorul Mufasshal

Program seperti ini tujuannya, paling tidak menuntaskan pokok isi dari kitab-kitab ini, dengan penjelasan maksud dan tujuan kitab secara umum. Dengan ini, akan membuka jalan bagi para pemula dalam proses mereka mentelaah kitab-kitab para ulama. Pun akan bermanfaat pula bagi yang levelnya menengah, bahkan ‘expert’ sekalipun. Tentu dalam rangka untuk mengulang-ngulang, agar ilmu ini semakin kuat dan kokoh. Maka itu, tak jarang kita dapatkan, beberapa peserta itu sudah yang kesekian kalinya mengikuti program ini.

Dan semua ini, bisa kita ikut secara cuma-cuma, alias gratis. Bahkan buku muqorrornya (baca : buku panduan/diktat) pun begitu, tinggal datang, ambil. Tepatnya di Maktabah Darun Nashiha, tepat di seberang pintu selatan Universitas Islam Madinah. Bagi yang belum kebagian bisa langsung klik link ini, (http://bit.ly/2ZQxNA5).

Buku panduan “Barnamij Muhimmatul ‘Ilm”

Kuncinya satu, sabar. Karena di akhir pembahasan kitab, bagi hadirin diberikan oleh Syaikh sanad yang bersambung sampai penyusun kitab. Sayang sekali kalau aji mumpung seperti ini hilang dan terlewatkan begitu saja. Di tambah lagi, keutamaan kegiatan ini dilakukan di masjid Rasulillah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Pahala shalatnya lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya, selain masjidil harom (sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori no. 1190). Jadi apa yang kita tunggu?

Barangsiapa yang tak sanggup sabar menahan beratnya belajar sebentar saja, dia akan tetap berada dalam hinanya kebodohan

Al ‘Ashma’iyy

Untuk teman-teman yang belum berkesempatan hadir pun bisa mengikuti live streaming program ini melalui chanel YouTube “Agency of the Affairs of Al-Masjid Al-Nabawi” di link ini (www.youtube.com/c/wmngovsa/live) atau bisa melalui aplikasi Mixlr (link : http://mixlr.com/baseerh) ini untuk streaming audio, dan bisa juga dari link ini https://j-eman.net/البث-المباشر/.

Nasehat untuk memaksimalkan istifadah dari Daurah:

“Bersemangatlah memanfaatkan waktu, hadirkan hatimu, ambil pintu-pintu kebaikan yang ada, jangan fikirkan apa yang akan kau perbuat di masa yang akan datang, namun fikirkanlah apa yang seharusnya kau lakukan sekarang tanpa menundanya, dengan tetap memohon pertolongan Allah untuk mencapai keridhaan-Nya.”

“Bersemangatlah memanfaatkan waktu, hadirkan hatimu, ambil pintu-pintu kebaikan yang ada, jangan fikirkan apa yang akan kau perbuat di masa yang akan datang, namun fikirkanlah apa yang seharusnya kau lakukan sekarang tanpa menundanya, dengan tetap memohon pertolongan Allah untuk mencapai keridhaan-Nya.”

“Bersemangatlah memanfaatkan waktu, hadirkan hatimu, ambil pintu-pintu kebaikan yang ada, jangan fikirkan apa yang akan kau perbuat di masa yang akan datang, namun fikirkanlah apa yang seharusnya kau lakukan sekarang tanpa menundanya, dengan tetap memohon pertolongan Allah untuk mencapai keridhaan-Nya.”

“Tulislah faedah-faedah dan bisikkan dalam dirimu bahwa kau tak perlu memurajaahnya lagi (dengan benar-benar menguasainya) dan kemudian dengarkan kembali audionya dua sampai tiga kali.”

PPMI Madinah | Disampaikan melalui pesan pribadi dengan Syaikh Dr. Shalih Al-Ushaimy hafizahullah

Oh iya, terakhir ayahku ajarkan cara duduk ‘awet’, supaya rasa kantuk tak menyerang, pola duduknya orang yang sedang tahiyyat akhir (duduk tawarruk), sambil dikombinasikan dengan duduk iftirasy (yang dilakukan ketika duduk di antara dua sujud -misalnya). Duduk bersila memang posisi yang sangat pewe, tapi kurang tahan sama kantuk. Plus, jauhi tiang-tiang, nanti nyender dikit, tau-tau udah di alam lain (alam mimpi hehe). Alternatif terakhir, berdiri. Banyak juga kok mereka pegang kitab sambil berdiri. Jadi, selamat mencoba.

✒ Afifi Marzuki Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *