CerpenStory

Cerita dari Masjid


Aku punya cerita dari masjid ini. Aku pun bagian dari saksi sejarah masjid ini dibangun. Entah tahun berapa aku tak ingat secara pasti. Tapi yang jelas dari sini semua berawal.
Suatu kenikmatan ketika kami kecil dikenalkan dengan masjid. Bukan sesuatu yang asing untuk kami. Alhamdulillah atas nikmat ini.Walaupun sebetulnya kami lebih sering menggaduhnya daripada tenangnya. Kami lebih sering mengeluh minta cepat pulang daripada duduk manis di shaf-shaf pengajian. Atau heboh main di pekarangan masjid. Habisnya pekarangan masjidnya luas sih hehe. Tapi luar biasa kawan! Aku sangat merasakan pengaruhnya.
Biasanya kami diajak ke masjid yang satu ini untuk shalat shubuh. Biasanya shalat shubuh di akhir pekan ataupun di hari-hari libur nasional. Kenapa? Karena butuh waktu untuk ke masjid ini dengan mobil atau motor. Sedangkan kami harus bersiap-siap pagi-pagi di hari sekolah kami.
Kenapa jauh ke sini? Dari salemba ke rawasari? Ya, begitulah. Guru kami mengajar di sini, beliau Dr. Umay M. ja’far Shiddiq.
Dan hari ini, beliau menemui ajalnya, semoga Allah ampuni beliau dari segala kesalahan. Saya, anak kecil, banyak belajar dari beliau.
2012, Sewaktu pulang dari Pontianak, mewakili pesantren, dalam perhelatan Olimpiade Sains Nasional, ku temui beliau di kantornya. Dan biasa ku bercerita tentang perjalananku, ya layaknya seorang anak bercerita kepada pamannya. Tapi obrolan ringan itu berbuntut panjang, tiba-tiba beliau ambil itu sebuh kitab berbahasa arab, gundul pula. Kemudian disodorkan kepadaku. “Coba baca fif, judulnya Apa?!”
“Waduh! Apa yaaa??? Gumamku dalam hati.” dan nol besar. Aku ga bisa baca kitab itu. Anak pesantren ngakunya, tapi ga bisa baca kitab!!! Dan bukan anak baru pula, santri kelas 3! 3 SMP.
“Nak, kamu harus bisa menyeimbangkan ya, keduanya, jangan kayak uak, kamu kuasai semunya, ga boleh buta juga sama teknologi,” begitu nasehatnya yang terngiang sampai detik ini, setelah pulang ta’ziah ke kediamannya.
Rahimahullah.
Semoga Allah memberi rahmat dan ampunan-Nya untuk beliau.
Mohon doa terbaik dari kalian.
Jakarta, 28 Februari 2018.

Aku masih punya banyak cerita kok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *