Live Report

Kami Bersama Novel

[Edisi #Santri]
Berbulan-bulan beliau berikhtiar memulihkan diri.
Berbulan-bulan pula pelaku tak kunjung terungkap.

Serangan air keras yang menodai wajahnya, bukan berarti kebaikan ini berhenti untuk diperjuangkan.
Orang baik tetap akan menjadi orang baik. Bagaimana pun rintangannya.
Ke-absurd-an negeri ini jadi pekerjaan dan tanggungjawab kita semua. Perubahan itu bermula dari yang kecil dan sederhana. Tapi harus dimulai hari ini.
Satu hal,
Jangan sampai besok menyesal.
Bangkit lah pemuda bangsa.
Sambutlah estafet perjuangan.
Terima kasih untuk bapak Novel Baswedan atas kesediaannya untuk kunjungan kali ini. Semoga kami bisa belajar tentang apa itu perjuangan untuk suatu keadilan.
Semoga majalah santri bisa menjadi bagian dari perjuangan itu sendiri.
Semangat pak pimred, my little brother, Ulyn Nuha Muslim. Semoga sukses terus majalah santrinya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *