Uncategorized

Persimpangan Jalan SNMPTN

SNMPTN persimpangan jalan

Sebelum ngalor-ngidul lebih jauh, ocehan ini bukan untuk kalian saja yang dapat jatah mengikuti SNMPTN, tapi harapannya siapa pun semoga bisa ambil ibroh dan pelajarannya.

Ternyata namamu belum ditaqdirkan untuk menjadi bagian 40 % itu (kuota pendaftar SNMPTN bagi sekolah terakreditasi A). Namun jangan pernah sesali itu. Bukan saatnya untuk meratapi itu.

Justru bangkit! Harus semangat untuk menggapai impianmu. Itu sudah bagian dari perjuanganmu, tak perlu sedih.

Atau… ternyata namamu bagian dari 40% itu? Ok!! Selamat memilih! Lanjutkan atau tinggalkan!

Tapi sebelum melangkah lebih jauh, what should we do?

Apa yang harus kita lakukan?

Izin kan aku tuk bercerita, karena aku pun pernah ada di posisi kamu hari ini. Pernah melalui persimpangan jalan SNMPTN, untuk melanjutkan atau meninggalkan.

Di sini lah awal dilema, dengan pilihan “lanjut” atau justru “meninggalkan”

Ya, aku memilih untuk meninggalkan, pilihan berat bagi sebagian orang. Tentu cibiran dan omongan orang cukup membuat goyah, “Alah, itu kesempatan kok ga dimanfaatin, dapet jatah kok malah ga diambil.”

Alasan Memilih

Tentu, aku tetap memilih untuk meninggalkan.
Nah, sebetulnya “apa yang mendasari” lah yang harus kita kuatkan ketika ingin memilih suatu pilihan, kenapa kamu memilih itu, pilihan antara melanjutkan atau meninggalkan.

Tentu semua ini dasarnya tekad, untuk melanjutkan pendidikan ke bidang ilmu agama. Dengan mantap aku tinggalkan itu semua. Terserah lah apa omongan orang. Ini pilihanku.

Ketika kita berbicara tentang SNMPTN, tentu ada konsekuensi yang harus diambil. Misalnya ketika diterima, tentu harus kita ambil pilihan itu.

Ketika justru malah tidak, mungkin ada orang lain yang terzalimi. Walaupun tidak ada yang bisa memastikan ya? Tapi setidaknya betapa banyak orang yang mendambakan kursi itu. Terhalang oleh kita yang hanya coba-coba.

Lebih baik kalian hanya ingin coba-coba, tinggalkan pilihan tersebut. Ini yang harus dibangun.

Tentukan Tujuan

Pasti kita tau setelah jelas tujuan kita apa, pilihan mana yang kita tuju. Lanjutkan atau tinggalkan.

Ketika tujuan dan target lebih jelas, kita tau ke mana kaki ini harus melangkah. Ini lah inti dari persimpangan jalan itu.

Istisyaroh & Istikhoroh

Istisyaroh meminta pandangan dari orang-orang keliling kita yang mengerti tentang jalan yang akan kita tempuh ini. Adapun istikhoroh, kita memohon kepada Allah dengan panduan yang diajarkan oleh Rasul shalallahu’alaihi wa sallam.

Jangan lupakan kedua hal ini.

⚠️DISCLAIMER⚠️

Bukan artinya aku menghasut kalian untuk ikut meninggalkan kesempatan. Tapi harapannya, kalian bisa mempertimbangkan matang-matang pilihan kalian, sebelum melangkah lebih jauh.

Selamat berjalan menuju pilihan kalian. 🙌🏻 semoga Allah mudahkan apa yang menjadi cita-cita, dunia akhirat.

2 thoughts on “Persimpangan Jalan SNMPTN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *